Sote

TAMU TENGAH MALAM

Hampir tengah malam saat itu, ketika hujan deras terus mengguyur di lingkungan rumah Sote. Dirumah besarnya itu Sote tinggal bersama keluarga besarnya. Deru dan gremicik hujan menyeruak di keheningan antara kesunyian malam dan sayup-sayup musik yang memancar dari radio didalam kamar sementara empunya yang masih setengah terjaga. Diantara sadar dan tidak, Sote mendengar menggedor pagar rumahnya. Suara pagar besi yang digedor-gedor itu menyeruak diantara guyuran hujan deras. Setengah terbangun, Sote memicingkan kupingnya untuk lebih mendengarkan lagi. Sekali lagi gemerincing pagar besi terdengar disela-sela deru hujan. Dengan agak malas bangkit, Sote melihat jam dinding. Jam setengah duabelas malam. Bukan waktu yang tepat untuk berkunjung, pikirnya. Selintas dia memikirkan kejadian seharian sebelum saat ini,apakah dia membuat janji atau menyuruh sesorang untuk datang ke rumahnya. Tapi ”arghhh,tidak harus tengah malam buta begini khan datang” pikirnya. Ditambah lagi suasana hujan deras membuat malam menjadi dingin. Kembali suara pagar besi didorong-dorong muncul membuat rasa keingintahuannya muncul. Kamarnya yang berada dilantai 2 memungkinkan Sote untuk bisa melihat keadaan di depan rumahnya. Kelambu di jendela kamarnya di sibak perlahan dan terperanjatlah Sote melihat sesosok tubuh manusia berada di bawah,tepatnya diluar pagar rumahnya. Sosok yang asing itu menggunakan jubah hitam hingga Sote tidak bisa melihat wajahnya. Sejurus rasa bergidik muncul di benaknya melihat sosok asing ditengah malam itu. Tamu tak diundang pikirnya. Hampir dia tidak mau memperdulikan sosok asing didepan rumahnya dan kembali menutup kelambu kamarnya kembali takkala sesosok asing itu menatap tajam kearah Sote. Sote terkejut bukan kepalang. Sosok yang seperti seorang pria menengadah kearahnya. Wajahnya masih tertutup jubah hingga tidak bisa dikenali. Dihinggapi rasa takut yang sangat, Sote menutup kelambunya dan kembali ke tempat tidurnya. Beberapa saat kemudian hening dan hanya deru hujan serta suara dari radio yang sudah habis siarannya. Sote hampir terpejam tak kala kemudian tiba-tiba kaca jendelanya diketuk dengan pelan. Sote hampir menjerit karena terkejutnya. Kepalanya dibenamkan ke selimut tebal sambil napasnya tersengal-sengal. Sesaat kemudian kembali kaca jendelanya diketuk dengan perlahan. Tidak hanya itu,Sote juga mendengar suara seseorang sedang mendesis mengucapkan sesuatu yang tidak jelas dari luar kamarnya. Sote tahu bahwa yang mengetuk jendela kamarnya bukanlah orang biasa mengingat kamarnya tidak memiliki balkon. Dan lebih mengejutkan lagi ketukan berikutnya bukanlah dari jendela melainkan dari bawah tempat tidurnya. Sote berteriak keras hingga jatuh dari kasurnya. Dilihatnya sekeliling kamarnya, lampu masih menyala dan radio belum dimatikan. Tubuhnya bersimbah peluh dan nafasnya tersengal-sengal menyadari dirinya mimpi sangat menyeramkan malam ini. Jam dinding menunjukkan pukul satu tak kala dia mematikan radio dan kembali menarik selimutnya untuk melanjutkan istirahatnya. Bibirnya tersenyum membayangkan bahwa dirinya hanya mimpi buruk. Hampir saja pulas kembali, Sote tiba-tiba mendengarkan pagar besi rumahnya dipukul-pukul kembali. Ternyata mimpi buruk belum berakhir………………………

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s