Arsip Bulanan: Maret 2009

Titik

RUMAH PONDOK MEGAH

Hampir seluruh penduduk Jakarta tahu bahwa rumah besar di Pondok Megah itu berhantu. Tapi hanya sedikit benar yang tahu kenapa rumah itu berhantu. Titik adalah salah satunya. Titik adalah tetangga rumah berhantu itu. Hampir setiap malam keluarga Titik kini tidak tenang dikarenakan suara-suara misterius yang menyayat. Titik berpikir itu adalah suara-suara korban dalam peristiwa pembunuhan masal bermotif perampokan hampir 20 tahun yang lalu. Kala itu tetangga Titik adalah pengusaha keturunan yang kaya raya. Bahkan rumah pengusaha itu adalah yang paling bagus di kawasan Pondok Megah. Akan tetapi pada malam naas itu rumahnya kerampokan dan seluruh penghuninya dibunuh dengan keji. Titik bahkan ikut melayat ke tetangganya tersebut dan mengutuk kejadian tersebut. Seperti biasanya, tiap malam jumat Titik berbelanja di Mal Pondok Megah. Pulang dari mal, titik mendengar suara-suara menyayat yang misterius itu sekali lagi ketika akan masuk carport rumahnya sendiri. Suara yang mirip tangisan itu sangat memprihatinkan. Tangisan itu seprti menahan kesakitan yang amat sangat. Titik coba menoleh ke arah rumah berhantu itu. Kosong dan gelap seperti biasanya, tapi ada satu yang cukup menarik perhatian. Ada sesosok manusia di dalamnya. Titik memicingkan matanya sekali lagi dan sosok itu hilang. ”Ah aku hanya berkhayal” pikir Titik. Sekali lagi dia menoleh ke arah rumah tetangganya tersebut dan sosok itu muncul lagi. Bahkan lebih jelas dari sebelumnya. Wanita dengan rambut terurai dengan wajah pucat dan tatapan kosong. Titik bergidik dan menutup wajahnya dan sekali lagi membuka matanya. Sosok itu tidak menghilang bahkan menatap Titik dengan tajam. Titik berlari menuju kedalam rumahnya sendiri. Sampai di sofanya, dia menghempaskan tubuhnya dan nafasnya tersengal-sengal. Keluarga Titik cukup maklum dengan kondisi tersebut. Hampir setiap saat anggota keluarga Titik dihantui penghuni rumah sebelah. Setelah tenang, Titik menceritakan kejadian itu ke ibunya yang kini menemaninya. Sebentar kemudian mereka berdua dikejutkan lagi dengan rintihan menyayat. Malam itu menjadi lebih tegang dari malam-malam sebelumnya. Rintihan tersebut semakin keras dan terasa makin mendekati rumah Titik. Titik dan ibunya saling berangkulan. Seandainya suaminya tidak tugas luar kota tentu Titik tidak merasa setakut ini. Hanya ditemani dengan ibunya dirumah besar harus menghadapi teror penghuni tetangganya. Tiba-tiba sosok misterius tadi muncul di teras depan rumah Titik. Dengan paras sangat menakutkan, sosok itu seakan melayang menghampiri Titik dan Ibunya. Dengan berangkulan erat dan jantung berdebar, Titik dan ibunya menatap sosok wanita dengan gaun putih itu. Semakin dekat dan Titik melihat bahwa kedua mata wanita itu copot dan wajahnya sangat pucat. Sosok sedihnya sangat membuat bergidik. Rintihan tadi berubah menjadi desisan yang menyeramkan Titik dan ibunya. Keduanya tidak mampu berkata-kata dan hanya bisa menyaksikan sosok aneh itu dengan masgyul. Sosok itu mendekat sekali lagi hingga mencapai teras rumah Titik. Titik semakin ketakutan sampai kencing dicelana. Setalah beberapa saat menampakkan diri, sosok itu mulai menjauh dan akhirnya menghilang. Akan tetapi suara desisan tersebut tidak serta merta menghilang dan Titik serta ibunya tahu bahwa ini bukan malam yang terakhir dihantui penampakan tetangganya. Dan pagi akan masih lama sekali.

Kris

Based On True Story

Kris sebetulnya tidak mau dirawat di rumah sakit tua itu, tetapi dokternya lebih menyarankan dia beristirahat total daripada hanya berobat jalan. Kris sebetulnya bukan penakut tetapi dia juga tidak pernah membayangkan akan bertemu sosok hantu. Seperti malam itu, malam itu adalah malam pertamanya harus bermalam di rumah sakit. Kamar paviliun tempatnya menginap cukup besar untuk ditinggali sendirian. Kamar itu berada diujung gang yang membentuk lorong. Seperti biasanya bangunan belanda, lorong panjang yang menghubungkan antar unit ruangan diselipi olah taman. Jam kala itu menunjukkan pukul setengah duabelas malam tapi Kris masih terjaga. Dia agak sewot tidak bisa terpejam malam ini gara-gara sepanjang siang tadi tidur terus-terusan. Suasana sudah sangat sepi disekitar kamar Kris, para pembesuk juga sudah pulang. Pintu kamarnya dibiarkan terbuka supaya dokter atau suster jaga bisa masuk sewaktu-waktu. Setelah sekian waktu sunyi, tiba-tiba ”brakkk” bunyi sesuatu jatuh dalam kamar mandinya. Kris jadi merinding mengingat tiada siapapun dalam kamar mandi sebab dia sendiri yang dirawat di kamar tersebut tanpa ada pasien lain. Kris menjadi sangat gelisah karenanya. Dia mencoba memencet bel darurat. ”Brakkk” sebuah bunyi jatuh sekali lagi ada di dalam kamar mandinya. Kris makin merinding dan mencoba memanggil-manggil suster. Tapi hanya hening yang didapati. Untunglah beberapa saat terdengar bunyi pintu kamarnya didorong. ” ahh sang suster akhirnya” pikir Kris. Tapi alangkah terkejutnya Kris ternyata yang menghampirinya bukanlah suster biasa. Bulu kuduknya merinding dan mulutnya terbata-bata melihat sosok didepannya. Berpakaian seperti layaknya seorang suster, sosok itu sangat mengerikan dengan wajah pucat dan rambut terurai sementara sorot matanya sangat hitam dan kejam. Yang lebih mencengangkan lagi sosok itu seperti melayang. Beberapa saat mahkluk itu mendekati Kris seakan-akan ingin memeriksa tubuh Kris. Sosok itu semakin mendekat…mendekat. angin dingin menerpa disekeliling Kris membuatnya ternganga tak percaya. Akhirnya tangan suster mengerikan itu memegang kaki Kris. Sosok itu terus menatap tajam kepada Kris. Sentuhan suster aneh itu terasa dingin dikakinya. Setelah itu suster aneh itu beranjak menjauhi tubuh Kris. Kris tidak dapat menghindar dari sorot matanya yang sangat mengerikan itu. Kemudian sosok itu tiba-tiba lenyap dari pandangannya. Sesaat kemudian Kris sadar bahwa dia telah bertemu dengan hantu dan langsung berteriak-teriak memanggil suster. Bel darurat yang berada di sampingnya dipencet terus menerus. Tubuhnya menggigil takkala suster jaga datang menghampirinya. Suster jaga berusaha menenangkan Kris yang menggigil ketakutan dan berteriak-teriak di tengah malam buta itu. Kris sambil terbata-bata mengatakan bahwa dia pengen keluar dari kamarnya malam ini juga. Suster jaga memencet bel sekali lagi untuk meminta bantuan temannya untuk membantu menenangkan Kris. Sesaat kemudian ”brakkkk” bunyi sesuatu jatuh dari kamar mandi sekali lagi. Kris dan suster jaga itu hanya bisa terpaku menyadari bahwa tiada seseorangpun yang dirawat diruang ini selain Kris……..