Titik

RUMAH PONDOK MEGAH

Hampir seluruh penduduk Jakarta tahu bahwa rumah besar di Pondok Megah itu berhantu. Tapi hanya sedikit benar yang tahu kenapa rumah itu berhantu. Titik adalah salah satunya. Titik adalah tetangga rumah berhantu itu. Hampir setiap malam keluarga Titik kini tidak tenang dikarenakan suara-suara misterius yang menyayat. Titik berpikir itu adalah suara-suara korban dalam peristiwa pembunuhan masal bermotif perampokan hampir 20 tahun yang lalu. Kala itu tetangga Titik adalah pengusaha keturunan yang kaya raya. Bahkan rumah pengusaha itu adalah yang paling bagus di kawasan Pondok Megah. Akan tetapi pada malam naas itu rumahnya kerampokan dan seluruh penghuninya dibunuh dengan keji. Titik bahkan ikut melayat ke tetangganya tersebut dan mengutuk kejadian tersebut. Seperti biasanya, tiap malam jumat Titik berbelanja di Mal Pondok Megah. Pulang dari mal, titik mendengar suara-suara menyayat yang misterius itu sekali lagi ketika akan masuk carport rumahnya sendiri. Suara yang mirip tangisan itu sangat memprihatinkan. Tangisan itu seprti menahan kesakitan yang amat sangat. Titik coba menoleh ke arah rumah berhantu itu. Kosong dan gelap seperti biasanya, tapi ada satu yang cukup menarik perhatian. Ada sesosok manusia di dalamnya. Titik memicingkan matanya sekali lagi dan sosok itu hilang. ”Ah aku hanya berkhayal” pikir Titik. Sekali lagi dia menoleh ke arah rumah tetangganya tersebut dan sosok itu muncul lagi. Bahkan lebih jelas dari sebelumnya. Wanita dengan rambut terurai dengan wajah pucat dan tatapan kosong. Titik bergidik dan menutup wajahnya dan sekali lagi membuka matanya. Sosok itu tidak menghilang bahkan menatap Titik dengan tajam. Titik berlari menuju kedalam rumahnya sendiri. Sampai di sofanya, dia menghempaskan tubuhnya dan nafasnya tersengal-sengal. Keluarga Titik cukup maklum dengan kondisi tersebut. Hampir setiap saat anggota keluarga Titik dihantui penghuni rumah sebelah. Setelah tenang, Titik menceritakan kejadian itu ke ibunya yang kini menemaninya. Sebentar kemudian mereka berdua dikejutkan lagi dengan rintihan menyayat. Malam itu menjadi lebih tegang dari malam-malam sebelumnya. Rintihan tersebut semakin keras dan terasa makin mendekati rumah Titik. Titik dan ibunya saling berangkulan. Seandainya suaminya tidak tugas luar kota tentu Titik tidak merasa setakut ini. Hanya ditemani dengan ibunya dirumah besar harus menghadapi teror penghuni tetangganya. Tiba-tiba sosok misterius tadi muncul di teras depan rumah Titik. Dengan paras sangat menakutkan, sosok itu seakan melayang menghampiri Titik dan Ibunya. Dengan berangkulan erat dan jantung berdebar, Titik dan ibunya menatap sosok wanita dengan gaun putih itu. Semakin dekat dan Titik melihat bahwa kedua mata wanita itu copot dan wajahnya sangat pucat. Sosok sedihnya sangat membuat bergidik. Rintihan tadi berubah menjadi desisan yang menyeramkan Titik dan ibunya. Keduanya tidak mampu berkata-kata dan hanya bisa menyaksikan sosok aneh itu dengan masgyul. Sosok itu mendekat sekali lagi hingga mencapai teras rumah Titik. Titik semakin ketakutan sampai kencing dicelana. Setalah beberapa saat menampakkan diri, sosok itu mulai menjauh dan akhirnya menghilang. Akan tetapi suara desisan tersebut tidak serta merta menghilang dan Titik serta ibunya tahu bahwa ini bukan malam yang terakhir dihantui penampakan tetangganya. Dan pagi akan masih lama sekali.

2 Responses to Titik

  1. Lingga, ternyata penulis kisah horor ya.
    Ditunggu ya karya-karyanya.

    Temen SMAku namanya Sri Lestari kerja jadi tim penulis skenario Trans TV (namanya biasa muncul di kredit ). Dia suka juga nulis horor. Novelnya yang terakhir Peti Akar dengan samaran El Trias. Siapa tahu kamu pingin kenal.

  2. boleh gun….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s